INDRAMAYU — Di tengah geliat ekonomi lokal selama bulan Ramadhan, pelaku usaha kuliner daerah semakin menunjukkan peran sosialnya di masyarakat. Salah satunya datang dari Hj. Aini Apriliani , pemilik usaha Sambel Lada yang berbasis di Haurgeulis dan Indramayu.
Melalui inisiatif filantropi sederhana namun berdampak langsung, ia menggandeng komunitas Makeup Artist (MUA) setempat untuk membagikan ratusan paket takjil dan nasi box kepada masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung menjelang waktu berbuka puasa itu menyasar kelompok pekerja sektor informal seperti tukang becak, pengemudi ojek, serta warga yang masih berada di jalan.
Bagi banyak dari mereka, momen berbuka sering kali terjadi jauh dari rumah. Kehadiran paket makanan siap santap menjadi bentuk perhatian yang terasa nyata.
Kolaborasi antara pelaku usaha kuliner dan komunitas kreatif seperti MUA menunjukkan bagaimana jaringan sosial lokal dapat menjadi kekuatan penting dalam membangun solidaritas sekaligus memperkuat hubungan antara bisnis dan masyarakat.
Bagi Hj. Aini Apriliani , kegiatan tersebut bukan sekadar agenda sosial musiman. Ia menyebutkan bahwa berbagi di bulan Ramadhan merupakan bentuk rasa syukur atas keberlangsungan usaha yang dijalaninya.
“Rezeki yang diberikan Tuhan tidak pernah putus. Kami hanya ingin berbagi kebahagiaan dengan masyarakat,” ujarnya di sela kegiatan.
Inisiatif seperti ini semakin umum terlihat di berbagai daerah di Indonesia. Banyak pelaku usaha skala lokal mulai memandang kegiatan sosial sebagai bagian dari nilai usaha bukan hanya strategi pemasaran, tetapi juga investasi sosial yang memperkuat hubungan jangka panjang dengan komunitas sekitar.
Di Haurgeulis, kegiatan berbagi takjil ini menjadi contoh bagaimana usaha kecil dapat memainkan peran yang lebih luas dari sekadar aktivitas ekonomi.
Melalui kolaborasi dan kepedulian sosial, bisnis lokal berpotensi menjadi penggerak solidaritas masyarakat. ** Arif

