Lensapemda.comINDRAMAYU – Panitia Pemilihan Kabupaten Indramayu melaksanakan tahapan seleksi tambahan bagi bakal calon Kuwu dari 17 desa yang memiliki lebih dari lima pendaftar. Seleksi berlangsung di Gedung Perpustakaan Universitas Wiralodra, Jumat (14/11/2025).
Sesuai jadwal tahapan berdasarkan Peraturan Bupati, seleksi tambahan dilakukan melalui tes tertulis berbasis komputer yang diikuti 122 bakal calon dari 17 desa tersebut.
Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Indramayu, Kadmidi, yang sekaligus bertugas sebagai panitia, menjelaskan bahwa seleksi ini dilakukan untuk menentukan lima peserta terbaik dari masing-masing desa.
“Pengumuman hasil tes tertulis akan disampaikan pada 17 atau 18 November,” ujarnya.
Setelah itu, tahapan dilanjutkan dengan tes wawancara. Hasil wawancara juga harus menunggu penilaian resmi dari panitia kabupaten, yang mencakup unsur usia, pengalaman kerja, dan tingkat pendidikan.
“tertanggal 19 semua komponen dan kriteria penilaian akan direkap. Mudah-mudahan pada 19 sore atau 20 pagi, hasilnya sudah dapat disampaikan kepada 17 desa,” tambahnya.
Kadmidi juga mengimbau kepada para bakal calon agar tetap menjaga kondusivitas dalam tahapan pemilihan Kuwu atau kepala desa.
Ia menekankan agar peserta yang lolos tidak terlalu berlebihan dalam merayakan hasil seleksi, dan bagi yang belum lolos agar tetap menerima keputusan dengan lapang dada.
“Yang penting sudah berikhtiar secara maksimal. Tidak ada yang sia-sia,” katanya.
Terkait adanya peserta yang kurang menguasai komputer, Kadmidi menyebut bahwa tantangan ini bagian dari tuntutan era digital.
Menurutnya, tes berbasis komputer justru menjadi pengenalan penting bagi calon pemimpin desa.
“Penyelenggaraan pemerintahan desa ke depan harus berbasis digital, termasuk layanan kepada masyarakat. Pemimpin desa harus melek teknologi dan up to date,” jelasnya.
Sebagai Ketua Panitia Pemilihan, ia menegaskan bahwa seluruh proses seleksi mengutamakan objektivitas dan profesionalitas. Setiap nilai yang keluar merupakan hasil kemampuan peserta tanpa intervensi.
“Para bakal calon harus mempersiapkan diri sebaik mungkin. Tes wawancara nanti akan mengukur kemampuan argumentasi, alasan, hingga cara mereka mengeksplor kemampuan diri. Semua itu menentukan apakah mereka benar-benar siap memimpin desa,” tutupnya.

